LATAR BELAKANG
Pada tanggal 26 Desember 2004, gempa bumi terbesar semenjak 1964 menguncang dan menyebabkan bencana Tsunami yang menhancurkan serta membunuh ribuan umat manusia di asia tenggara dan selatan. Besar skala 9.0, gempa mengguncang pesisir Sumatera Indonesia, memicu terjadi Tsunami yang menyebabkan banjir raksasa, kehancuran dan hilangnya kehidupan komunitas sepanjang bagian pesisir. Yang terbesar melanda Nanggroe Aceh Darussalam, dimana diperkirakan sekitar 174.000 umat manusia tewas dan 500.000 lainya terlantar. Infrastruktur dasar (sanitasi air bersih, perumahan, jalan, jembatan sekolah dan rumah sakit), telekomunikasi dan sarana penerangan hanya tinggal puing dan kehancuran (seperti dibagian pesisir barat) atau rusak (seperti di Banda Aceh dan bagian pesisr timur). Hampir seluruh jalan pesisir utama Banda Aceh menuju Meulaboh rusak berat akibatnya, dan lebih dari 110 jembatan jauga mengalami kehancuran. Jalan tidak dapat dilalui, dengan demikian menghambat usah pertolongan dan membuat peninjauan darat menjadi tidak berfungsi. Gambar udara memperlihatkan seluruh bentangan jembatan terangkat dan tergeser ribuan meter jauhnya. Kehilangan nyawa dan infrastruktur merupakan sebuah tragedi yang akan berpengaruh pada kehidupan dan mata pencarian generasi umat manusia setempat.
PROFILE PROYEK
1. Proyek
Rekonstruksi dan Rehabilitasi Jalan dan Jembatan Aceh.
2. Tujuan
Rekonstruksi dan rehabilitasi jalan utama yang rusak akibat bencana alam gempa dan tsunami pada tanggal 26 Desember 2006.
3. Lokasi
Banda Aceh – Calang (total 104,1 km), Propinsi Aceh dan Sumatera Utara, Indonesia.
4. Klien
USAID (US. Agency for International Development).
5. Desain dan Konsultan
Parsons Global Service Limited.
6. Kontraktor
SsangYong – Hutama J/A.
7. Tipe Kontrak
Firm Fixed Price Contract.
8. Nilai Kontrak
US $ 108.247.253,-
9. Periode Konstruksi
19 Juni 2007 sampai dengan 18 March 2010 (33 bulan).
10. Tanggal Kontrak
19 Juni 2007.

Filed under: Proyek USAID Banda Aceh Tagged: | banda aceh, usaid



