Ibadah Haji

Sewaktu Ibadah Haji

Kami (saya & Istri) Alhamdulillah telah bisa melaksanakan Ibadah Haji pada tahun 1999 yang lalu.

Kami Masuk Gelombang I Ambil Haji Tamatu, Regu XII Kloter XXVI Embarkasi Ujung Pandang. Berangkat tanggal 17 Maret 1999 dari Bandara Haji Ujung Pandang dan tiba kembali ke Ujung Pandang tanggal 12 Mei 1999.

Berikut ini kami coba untuk menuliskan pengalaman kami yang kami tuangkan dalam buku ini.

Download bukuhaji.zip.

SEKILAS PERJALANAN MENUJU TANAH SUCI

DISUSUN OLEH : Ir. H. Saimin Satoto

DAFTAR ISI

I. PERSIAPAN
1. Persiapan Jasmani & Rohani
2. Pendaftaran dan Tes Kesehatan
3. Manasik Haji
4. Imunisasi
5. Persiapan barang-barang bawaan Pria
6. Perlengkapan untuk Wanita
7. Lain-lain
8. Lain-lain yang bisa dibeli di Makkah
9. Perlengkapan obat-obatan
10. Upacara pelepasan
11. Kegiatan saudara-saudara yang ditinggalkan

II. DI ASRAMA HAJI DAN PESAWAT
1. Masuk ke asrama haji
2. Kegiatan selama di asrama haji
3. Cara menggunakan kamar kecil
4. Cara melakukan tayamum di pesawat
5. Cara melakukan Shalat di Pesawat

III. DI JEDDAH (BANDARA UDARA KING ABDUL AZIZ)

IV. DI MADINAH
1. Penginapan di madinah
2. Shalat Ar, bain
3. Ziarah
4. Persiapan ke Makkah
5. Miqot di Bir Ali

V. DI MAKKAH

VI. IBADAH HAJI
1. Wukuf di padang Arafah
2. Mabit di Muzdalifah
3. Lempar Jamrah di Mina
4. Tawaf Ifadah

VII. ZIARAH DI MAKKAH
1. Jabal Zur/Gua Hira
2. Jabal Tsur
3. Masjid Al-Jin
4. Tan ‘im
5. Ji’ronah
6. Jabal Rahmah di Arafah
7. Mina

VIII. TAWAF WADA’

IX. DI JEDDAH
1. Ziarah ke Laut Merah
2. Ke Perbelanjaan Toserba

X. KEPULANGAN KERUMAH
DAFTAR PUSTAKA
TENTANG PENULIS

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, buku ini telah bisa kami selesaikan. Walau memakan waktu cukup sekitar satu tahun untuk mempersiapkannya. Mudah-mudahan bisa berguna bagi yang akan melakukan Iadah Haji ke Tanah Suci Makkah.
Buku ini merupakan gambaran secara global agar para pembaca ada gambaran mengenai pelaksanaan Haji dari Persiapan sampai kembali lagi ke rumah.
Kami batasi buku ini untuk panduan bagi calon Jamaah haji yang ingin mengambil Haji “TAMATTU’” ( Melakukan umrah dengan berpakaian ihram terlebih dahulu, baru melaksanakan Haji). Dan Haji Gelombang Pertama .

1. Gelombang Pertama , Ke Madinah dahulu dan niat dan berpakaian ihram di bir Ali baru Ke Makkah
2. Gelombang Kedua, Ke Makkah Dulu baru ke Madinah dan niat serta berpakaian ihram dalam pesawat.

Buku ini tidak kami sertakan doa-doa nya, namun kami harap bisa baca di buku manasik haji/buku lainnya.
Kami persembahkan buku ini kepada Kedua orang kami yang sangat kami cintainya, semoga bermanfaat. Terima kasih pada semua fihak atas bantuannya sehingga bisa terselesainya buku ini.
Kami terima saran dan kritik demi perbaikan kemudian hari.

Cetakan ke 2
Penyusun:

Ir. H. Saimin Satoto
Musim haji tahun 1999
e-mail :satoto2@yahoo.com

I. PERSIAPAN.

1. Persiapan Jasmani & Rohani.

Tahap pertama adalah tahap persiapan mulai dari persiapan jasmani maupun rohani, pemeriksaan kesehatan, persiapan dokumen-dokumen termasuk pembayaran Ongkos Naik Haji (ONH). Pembayaran ONH di bank-bank yang telah ditunjuk seperti BRI, BNI, Bank Mandiri .
Persiapan Jasmani bisa dilakukan dengan jalan jalan pagi, lari-lari kecil, & angkat beban
Persiapan rohani dengan mempersiapkan doa-doa, bacaan-bacaan wajib maupun sunah haji ( Selengkapnya harap baca di buku Manasik Haji tiap-tiap Calon Jamaah Haji akan mendapat 1 set buku Manasik Haji.)

2. Pendaftaran dan Tes kesehatan.

Setelah ada pengumuman resmi dari pemerintah mulainya pendaftaran,
segera mendaftar ke Kantor Urusan Haji. Dari sana akan diberi formuliR
untuk diisi, dan petunjuk mengenai tes kesehatan petama.
Para Calon Jemaah Haji akan mendapat surat pengantar ke Puskesmas yang terdekat untuk melakukan tes kesehatan pertama. Dari Puskesmas akan mendapat surat keterangan kesehatan ( Buku Hijau).
Selain itu Para Calon Jamaah Haji juga diminta untuk menyiapkan Pasfoto hitam putih terbaru ukuran 3 x 3 ( 4 lembar), 3 x 4 (14 lembar) dan 6 x 6 (4 lembar). Jumlah ini bisa bertambah sesuai kebutuhan Pengurus Haji.
Selanjutnya membayar Ongkos Naik Haji (ONH) ke Bank yang ditunjuk oleh Pemerintah .

Besar biaya tiap tahun tidak sama sebagai gambaran :
– ONH tahun 1998 sebesar Rp. 8.805.000,-
– ONH tahun 1999 sebesar Rp. 21.500.000,-
– ONH tahun 2000 sebesar Rp. 17.500.000,-

Persyaratan untuk mendaftar di Bank :
– Foto Copy KTP yang masih belaku.
– Surat keterangan sehat dari Puskesmas/Dokter.
– Pas Foto.

Sebagai bukti Para Calon Jemaah Haji telah terdaftar pada pemberangkatan tahun yang bersangkutan maka akan menerima bukti setoran Ongkos Naik Haji (ONH) sebanyak 4 lembar.
– Lembar pertama berwarna putih (asli) bermeterai cukup dengan Fas foto 3 x 4.
– Lembar kedua berwarna merah muda dengan Fas foto.
– Lembar ke tiga berwarna kuning.
– Lembar ke empat berwarna biru.

Selanjutnya menyerahkan bukti-bukti tersebut diatas pada petugas yang ada di Kantor Pelayanan Haji atau yang di tunjuk.

3. Manasik haji.

Para Calon Jamaah Haji setelah mendaftar akan ada pengumuman mengenai Jadwal Manasik Haji (Latihan Haji) dan tempatnya. Pada waktu manasik haji akan dilatih, mulai bagaimana tinggal selama di Asrama Haji, Di Pesawat, tiba di Bandara udara Jeddah, di Madinah, di Makkah , Bagaiman Cara Umroh, Cara Haji dan kembali sampai di rumah.
Disana akan mendapat latihan-latihan gerakan maupun bacaan-bacaan ibadah umroh dan Ibadah Haji. Diperagakan cara bepakain Ihrom, Cara Sa’I, Cara Towaf. Ditambah juga dengan ceramah-ceramah keagamaan yang berkaitan dengan Ibadah Haji. Perhatikan semua petunjuk-petunjuk yang telah diberikan, hafal teman-teman yang ada dalam satu kloter, satu Rombongan, satu Kelompok. Hafal juga dengan petugas-petugas Haji yang akan membimbing kita di Tanah Suci nantinya. Buatlah ringkasan-ringkasan kecil agar mudah di Fahami. (untuk selengkapnya harap baca di buku Manasik Haji).

4. Imunisasi.

Imunisasi diberikan ditempat Para Calon Jamaah Haji mendaftar, dan biasaya dua minggu sebelum keberangkatan. Jenis Imunisasi sewaktu musim haji tahun 1999 imunisasi Menginitis, namun pada musim haji tahun 2000 ditambah dengan Imunisasi Flu.

5. Persiapan barang-barang bawaan Pria.

  • Koper Haji, Tas tentengan dan Tas Pasport (Disediakan oleh Panitia)
  • Pakaian = 4 stel
  • Pakaian Ihrom = 2 stel
  • Senter kecil
  • Gunting kecil, silet, tempat cukur & sisir.
  • Kaca cermin kecil.
  • Perlengkapan mandi (anduk, sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi)
  • Botol air minum.
  • Sabuk haji.
  • Plastik kresek ukuran sedang & besar 1 pak.
  • Gelang karet. 10.
  • Jaket/pakaian tebal bila musim dingin.
  • Kaca mata hitam.
  • Fas foto hitam putih 3×4 = 10 lembar.
  • Al Qur’an kecil, surat yasin, buku-buku ziaran & buku tahlil.
  • Sprei & selimut
  • Water hiter (pemanas air)
  • Vitamin C selama berada di Tanah Suci ( kurang lebih 40 hari)
  • Jam weaker.
  • Kantong kerikil (terbuat dari kain).
  • Kelengkapan dapur/makan, lauk pauk kering, beras, bumbu dapur.
  • Rinso/sabun cuci
  • Gula, kopi, susu dan teh.
  • Sarung
  • Masker 2 buah.

6. Perlengkapan untuk Wanita.

  • Koper Haji, Tas tentengan danb Tas Pasport (Disediakan oleh Panitia)
  • Pakain = 4 stel
  • Pakain Ihrom = 2 stel
  • Senter kecil
  • Gunting kecil, silet, tempat cukur & sisir.
  • Kaca cermin kecil.
  • Perlengkapan mandi (anduk, sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi)
  • Botol air minum.
  • Daster untuk di Asrama = 2 stel.
  • Rukuh = 2 stel
  • Kaos tangan & kaos kaki = 4 stel.
  • Topi dalaman = 2 buah.
  • Kerudung putih dengan kaos segi tiga/segi empat.
  • Handuk kecil = 2 buah.
  • Plastik kresek ukuran sedang & besar 1 pak.
  • Gelang karet. 10.
  • Jaket/pakaian tebal bila musim dingin.
  • Kaca mata hitam.
  • Fas foto hitam putih 3×4 = 10 lembar.
  • Al Qur’an kecil, surat yasin, buku-buku ziaran & buku tahlil.
  • Sprei & selimut
  • Water hiter (pemanas air)
  • Vitamin C selama berada di Tanah Suci ( kurang lebih 40 hari)
  • Jam weaker.
  • Kantong kerikil (terbuat dari kain).
  • Kelengkapan dapur/makan, lauk pauk kering, beras, bumbu dapur.
  • Rinso/sabun cuci
  • Gula, kopi, susu dan teh.
  • Sarung
  • Masker 2 buah.

7. Lain –lain

  • Tali plastik.
  • Peniti, jarum & benang.
  • Isolasi, spidol.
  • Sandal jepit.
  • Payung.
  • Buku – buku manasik haji.

8. Lain – lain yang bisa di beli di Madinah.

  • Ember untuk cucian
  • Hanger pakaian
  • Tikar wukuf
  • Pisau dapur
  • Kompor
  • Perlengkapan dapur lainnya.

9. Perlengkapan Obat-obatan.

Bagi yang punya penyakit tertentu agar minta obat-obatan kepada dokter yang merawat untuk pengobatan selama di Tanah suci terutama obat yang di tanah suci sulit di cari seperti yang masih ada penyakit malaria minta obat malaria untuk di bawa .

Obat –obat umum :

  • Obat pusing. (paramex, ponstan dll)
  • Tetes mata
  • Obat flu
  • Obat sakit perut/diare
  • Lain-lain yang dianggap perlu sesuai kebiasaan Para Calon Jamaah Haji.

10. Upacara Pelepasan.

Biasanya Calon Jamaah Haji sebelum berangkat ke Asrama Haji yang seterusnya ke Tanah Suci Makkah di lepas secara resmi oleh Pemerintah daerah setempat.

11. Kegiatan saudara-saudara yang ditinggalkan.

Ada tradisi khususnya di Jawa (daerah penulis), sebelum berangkat diadakan selamatan dengan mengundang keluarga, saudara-saudaranya, tetangga, dan Masyarakan di sekitar. Biasanya memanggil salah seorang Kiayi/Ulama untuk memberi bekal kepada Calon Jamaah Haji dan biasanya menceritakan seputaran Ibadah Haji.
Bagi kelurga yang ditinggalkan, memberikan doa-doa ke pada Calon Jamaah Haji agar di jauhkan dari godaan-godaan dan diberi kekuatan serta kesehatan. Sebaliknya Calon Jamah Haji mendoakan yang di tinggalkan selama berada di Tanah Suci.
Dalam kesempatan tersebut ada yang meminta untuk didoakan tertentu dan menitipkan sejumlah uang untuk disedekahkan di Tanah Suci.

II. DI ASRAMA HAJI DAN DI PESAWAT.

1. Masuk ke Asrama Haji.


Foto : Di Asrama Haji

Para Calon Jamah Haji akan mendapat Surat Panggilan Masuk
Asrama Haji (SPMA). Adapun yang perlu di siapkan :
Cek barang-barang yang akan dibawa (siapkan catatan dan periksa satu persatu)

Bekal Uang secukupnya.

2. Kegiatan selama di Asrama.

Periksa kesehatan terakhir. ( Untuk ibu-ibu pasangan muda biasanya ada yang batal di karenakan ketahuan Hamil)
Meminta surat-surat barang bawaan yang berupa barang elektronik seperti Kamera, video, tilpun genggam dan Obat-obatan ke petugas yang telah ditunjuk. Bila belum tahu agar menanyakan ke Petugas yang ada.
Penimbangan koper dan pemberian label bagasi untuk mengambil setelah tiba di Jeddah.
Selain itu diadakan upacara penyerahan Calon Jamaah Haji ke Tim Pembina Haji.

Foto : Pelepasan.

Juga akan diserahkan Uang Leaving Cost (Uang selama tinggal di Tanah Suci sebanyak 1.500,00 Real) yang cukup untuk biaya hidup sehari-hari disana. Diserahkan Paspor, Gelang Identitas dan Masker.

Sambil menunggu keberangkatan waktu diisi dengan istirahat yang cukup. Di Asrama disediakan tempat tidur dan makan cukup.

Dua jam sebelum berangkat ke Jeddah mulai bersiap-siap menuju Bandara Embarkasi (Pemberangkatan Calon Jamaah Haji) dengan naik bus-bus yang telah disiapkan. Koper koper yang telah ditimbang telah dibawa olek truk-truk untuk di muat duluan tinggal barang bawaan/tentengan. Setelah sampai di bandara langsung masuk ke pesawat dan taruhlah barang tentengan ke atas tempat duduk yang telah disediakan. Duduklah sesuai nomor kursi yang telah diberikan. Sebelum pesawat tinggal landas Pembimbing haji memimpin doa (baca doa di buku Manasik Haji).

3. Cara menggunakan Kamar kecil.

Setelah pesawat tinggal landas tunggu sampai nyala lampu pemakaian sabuk pengaman padam, untuk bisa berdiri atau menuju ke kamar kecil. Bagi yang baru pertama naik pesawat usahakan serilek mungkin dan jangan tegang. Bila merasa ingin kencing atau berak jangan ditahan tahan (Perjalanan panjang bisa sampai 8 – 9 jam). Berdirilah dan menuju ke kamar kecil, buka pintu dan masuk lalu kunci pintu. Didalam ada Close Set gunakan itu dan jangan kencing/berak di lantai. Setelah itu guyur dengan air dengan menekan tombol fush yang ada diatasnya. Untuk membersihkan ambil tisu lalu basahi dengan air dari kran sebelah samping lalu mulai bersihkan. Setelah selesai keluar dan duduk kembali.

4. Cara melakukan Tanyamum di Pesawat.

Tanyamum dilakukan sebagai ganti berwudlu. Dasar hukum tayamum terdapat dalam Surat Annisa ayat 43. Artinya, “ dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang bak (suci), sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.”

Cara melakukan tayyamum adalah sebagai berikut :

  1. Tepukkan atau tempelkan kedua telapak tangan ke kursi di depan kita, lalu tiuplah kotoran yang     menempel di telapak tangan tersebut.
  2. Kedua telapak tangan, kita sapukan dari ujung rambut (di atas kening) sampai ke daku, dari telinga sebelah kanan sampai telinga sebelah kiri, secara merata.
  3. Kedua telapak tangan sekali lagi sitepukkan ke dinding atau ke kursi (usahakan di tempat yang belum di tepuk). Tiup kotoran yang menempel di telapak tangan tersebut.
  4. Telapak tangan kiri menyapu tangan kanan dari ujung jari sampai siku secara merata, dan telapak tangan kanan menyapu tangan kiri dari ujung jari sampai siku secara merata.

5. Cara Melakukan Shalat di Pesawat.

Shalat di dalam pesawat dapat dilakukan sendiri-sendiri atau berjamaah. Apabila telah masuk waktu shalat, petugas (TPHI) Team Pembimbing Haji Indonesia akan memberitau waktunya melalui pengeras suara serta dikumandangkan azan. Pada umumnya shalat dilakukan secara berjamaah dengan di imami oleh seorang petugas dari TPHI atau yang ditunjuk.

Shalat didalam pesawat dilakukan dengan cara Qasar dan Jama’, yaitu meng-qasar (mengerjakan shalat empat rakaat, menjadi dua rakaat) dan men-jama’ (mengumpulkan dua waktu shalat wajib pada satu waktu) misalnya, shalat Zuhur dengan Asar dan shalat Magrib dengan Isya, sedangkan shalat subuh tidak bisa di jama’.

Dasar hukum shalat Qasar terdapat dalam Firman Allah SWT, (Q.S. Annisa ayat 101), Artinya, “dan apabila kamu bersafar, maka tidak ada dosa kamu mengqasarkan shalat.”

Cara melakukan shalat di dalam pesawat dilakukan sambil duduk di kursi menghadap ke arah pesawat. Shalat dimulai dengan Takbiratul Ihram, kemudian membaca Surat Al-Fatihah, membaca surat, kemudian ruku (membukuk sedikit), lalu I’tidal, terus sujud dengan membungkukan badan lebih rendah di bandingkan ruku. Kemudian duduk, sujud, dan duduk lagi. Selanjutnya, takbir rakaat ke dua, membaca Surat Al Fatihah, membaca surat, ruku, I’tidal, sujud, duduk, sujud, lalu duduk sambil membaca Tasyahut, kemudian ditutup dengan salam.

III. DI JEDDAH ( BANDARA UDARA KING ABDUL AZIZ)

Sesampainya di Bandara Udara King Abdul Aziz, kita akan dipersilakan masuk ke ruang pemeriksaan imigrasi. Keluarkan Paspor dan buku kesehatan. Tidak usah berdesak-desak, ikuti antrian yang telah diterapkan. Tunjukan Paspor dan buku kesehatan. Setelah itu ambil bagasi (kopor) di ruang pengambilan barang. Kemudian bawa bagasi anda langsung ke tempat pemeriksaan akhir untuk diperiksa. Bukalah koper dan tas anda. Kita tidak diperbolehkan membawa senjata tajam. Makanan berbau.

Foto: Situasi Di Bandara King Abdul Aziz

Tentang bandara udara King abdul Aziz.

Bandara King Abdul Aziz luasnya 150 Ha. Terletak 19 Km dari kota Jeddah. Bandara ini terdiri dari tiga bagian yang terpisah satu sama lainnya. Yaitu untuk penerbangan domestik, untuk penerbangan Internasional dan khusus untuk penerbangan yang mengangkut jamaah Haji. Daya tampung jamaah haji 80.000 orang. Luas areal untuk menampung 51.000 m2, dan ditengah-tengahnya terdapat taman seluas 160 m2.

Bentuk bangunannya sangat indah, berupa kemah raksasa dan 120 kemah terbuat dari fiber glass.
Dibandara udara King Abdul Aziz kurang lebih 6 – 8 jam. Sebelum berangkat ke Madinah ( Haji gelombang pertama). Anda bisa lakukan shalat syukur telah sampai di bandara dengan selamat. Untuk selanjutnya siap-siap ke Madinah dengan naik bus-bus yang telah disiapkan. Perjalanan kurang lebih 6 jam.

IV. DI MADINAH .

Tujuan utama ke Madinah untuk melakukan shalat Ar’bain (Shalat 5 waktu secara berjamaah berturut-turut selama 8 hari/40 kali) di Masjid Nabawi dan melakukan Ziarah.

1. Penginapan di Madinah.

Ketua Kelompok akan mendapat kunci kamar penginapan setibanya di Penginapan Madinah. Ambilah barang bawaan anda (Koper) dan masuklah sesuai no kamar dan tertib.

Di penginapan lakukan sebagai berikut :
– Kenali di mana kamar TPHI berada.
– Kenali/hapal alamat dimana anda menginap (tilpun, jalan dll)
– Kenali jalan ke arah Masjid Nabawi (baik berangkat/pulang)
– Ingat dulu jalan-jalan besar baru gang.
– Jangan pergi sendiri, usakan dengan teman pergi/pulang dari Masjid Nabawi.
– Bila tersesat carilah sesama Jamaah dari Indonesia/ carilah Petugas Haji.

2. Shalat Ar’bain.

Karena harus berturut – turut selama 40 kali shalat 5 waktu maka harus diatur baik-baik waktunya.

Sebagai contoh Pengaturan jadwal selama di Kota Madinah.
a) Bangun jam 02.00 dini hari untuk mandi shalat sunah.
b) Jam 02.30 berangkat ke Masjid.
c) Shalat Subuh berjamaah lalu berdoa, dzikir, baca Al Qur’an.
d) Jam 07.00 kembali ke Penginapan untuk Makan pagi, cuci pakaian dan istirahat.
e) Jam 11. 30 berangkat ke Masjid lagi untuk melakukan Shalat Dhuhur, Shalat Ashar, Magrib dan Shalat Isak sekaligus.
f) Sela-sela waktu antara shalt Dhuhur dan Ashar gunakan untuk berdoa, dzikir, baca Al Qur’an.
g) Jam 10.00 kembali ke penginapan untuk mandi dan makam malam.
h) Jam 11.00 mulai istirahat, untuk bangun lagi jam 02.00.

Bila ingin ziarah ketempat-tempat penting pilih waktu di pagi hari secara rombongan. Jangan lupa atur jadwal agar tidak ketinggalan Shalat Dhuhur di Masjid Nabawi.

Untuk memperbanyak ibadah di Madinah sebaiknya tidak masak sendiri namu bisa beli makanan jadi. Sangat mudah untuk beli makanan karena banyak penjual yang fasih berbahasa Indonesia dan banyak Lestoran Indonesia. Harga juga terjangkau, Nasi goreng 2 real. Nasi saja 1 real, sayur 1 real, ayam satu potong 2-3 real. Telur 2 butir 1 real.
Kalau ingin praktis makan siang bisa dengan roti isi daging ayam/daging kambing harga 2-3 real. Untuk 1 roti.

Foto : Masjid Nabawi.

Masjid Nabawi
Luasnya 165.000 m2 memiliki 10 menara (empat menara tingginya masing-masing 72 m dan enam menara lainnya, tingginya masing-masing 92 m). Atap yang berbentu kubah (ada 4 kubah) dapat digerakan terbuka dari tertutup secara elektronis sehingga sinar matahari yang masuk dapat diatur. Daya tampung masjid sebesar 257.000 jama’ah shalat di dalam masjid.
Untuk doa-doa ( doa masuk masjid Nabawi, doa di Roadah, Doa di makam Rosul Doa salam di Makam Rosul) silahkan baca di buku Manasik Haji.

Foto : Tempat Roudoh.

Roudah salah satu tempat yang semua doa dikabulkan. Berdoalah disi, dan curahkanlah segala permasalahan disini. Tempat di bagian samping Makam Rosulullah Nabi Muhammad SAW. Dekat Imam.

3. Ziarah.

(a) Makam Baqi’
Makam Baqi’ adalah kuburan untuk penduduk Madinah sejak zaman jahiliyah sampai sekarang. Terletak di sebelah timur Masjid Nabawi. Di makam ini di makamkan Usman bin Affan Ra, para istri Nabi, yaitu Siti ‘Aisyah Ra, Ummi Salamah, Juwairiyah,Zainab, Hafsah binti Umar Bin Khattab dan Mariyah Al Qibtiyah Ra, Putra dan Putri Rosulullah, diantaranya Ibrahim, Siti Fatimah, Zainab dan Ummu Kulsum.

(b) Masjid Quba.

Foto : Masjid Quba.

Masjid pertama kali di bangun oleh Rasulullah SAW dalam sejarah islam terletak 5 km sebelah barat daya Madinah.

(c) Masjid Qiblatain.

Foto : Masjid Qiblatain.

Mesjid ini semula dikenal dengan nama masjid Bani Salamah.
Dinamakan masjid Qiblatain Rasulullah mula-mula shalat menghadap ke arah masjid Aqsa, tetapi setelah turun ayat 144 Al Baqarah, beliau menghentikan sementara kemudian meneruskan shalat dengan memindahkan arah menghadap ke Masjidil Haram. Qiblatain artinya masjid berkiblat dua.

(d) Jabal Uhud.

Foto : Jabal Uhud.

Jabal Uhud adalah tempat yang bersejarah ketika peperangan yang dasyat antara pasukan Nabi Muhammad SAW (hanya 700 orang, diantaranya terdapat orang-orang tua dan anak-anak di bawah umur) dan pasukan para Qurisy sebanyak 3000 orang. Dengan siasat Nabi yang jitu Peperangan di menangkan Nabi. Namun karena lengah telah menang, penjaga celah yang strategis ditinggalkan kemudian dikuasai oleh musuh untuk berbalik menyerang dan banyak korban yang tewas dan dikubur di tempat tersebut.

4. Persiapan ke Makah.

Setelah 9 hari berada di kota Madinah dan telah selesai melakukan Shalat Arbai., maka petugas haji akan memberitahu keberangkatan ke kota Makkah untuk menjalankan rangkaian ibadah Umroh dan Haji. Kemasi barang-barang anda. Tandai koper-koper anda agar mudah dicari.

Sebelum masuk ke bus-bus yang membawa ke Makah lakukan Mandi dan bersuci. Berpakain Ihram serta shalat ihram.

5. Miqot Di Bir Ali.

Ibadah Haji di bagi menjadi 3 macam
a. Haji TAMATTU’
b. Haji IFRAD
c. Haji QIRON.

Yang kita bahas Haji Tamattu’
Salah satu rukun Ibadah Haji/Umrah harus niat dari miqot (di Bir Ali bagi gelombang pertama/ di pesawat bagi gelombang ke dua)

Syarat :
– Bersuci (mandi & berwudlu) dikerjakan di penginapan Madinah.
– Berpakaian Ihram ( dipakai sewaktu akan berangkat/ di Madinah)
– Shalat sunah Ihram dua rakaat.
– Niat Umrar di Bir Ali (untuk Haji Tamattu)/ Niat haji untuk Haji Ifrad/Qiron.

V. DI MAKKAH.

Sesampainya di kota Makkah Para Calon Jamaah Haji akan di antar sampai di Penginapan/Hotel. Kepala regu akan menerima kunci kamar. 1 kamar biasanya di tempati 6 – 8 orang, laki-laki sendiri perempuan sendiri kecuali suami istri bisa 1 kamar. Atur barang-barang anda. Kenali lingkungan seperti di Madinah ( Alamat hotel, No maktab,tilpun Jalan dlll).

Tinggal di kota Makkah selama lebih kurang 30 hari untuk itu bagi yang senang memasak apalagi pasangan suami istri pilihan memasak sendiri akan lebih baik. Tinggal beli perlengkapan dapur secara rombongan/sendiri-sendiri. Bila malas untuk masak didepan hotel biasanya ada yang jual makanan asli indonesia (para TKW Indonesia pada bulan Haji diliburkan untuk bisa melayani Jamaah haji Indonesia), dan di banyak tempat. Di depan masjid/pasar seng, di jalan-jalan atau lestoran masakan khas indonesia. Suka bakso/soto juga ada, suka nasi pecel/gado-gado juga ada. Semua ada disana termasuk segala jenis buah-buahan.

Harga makanan dirumah makan kecil. :

  1. Nasi putih 2 real per piring.
  2. Bakso/soto 5 real/mangkok
  3. Nasi rames 5 – 10 real
  4. Lauk pauk(daging, ikan, ayam 5-10 real/potong

Harga makanan di pedagang keliling:

  1. Nasi putih 1 real/bungkus
  2. Pecel 1 real
  3. Tempe 1 real
  4. Ayam goreng 1-2 real
  5. Sayur asam/bening/sop 1 real
  6. Sate ayam 3 tusuk 1 real
  7. Sambal tomat 1 real
  8. Bubur kacang ijo 2 real

Harga buah-buahan:

  1. Apel merahlhijau 6 real/kg
  2. Jeruk Kinos Pakistan 6 real/kg
  3. isang 6 real/kg
  4. Anggur 15 real/kg
  5. Roti tawar 1 real
  6. Ice cream 2 real/cup
  7. Joice jeruk 2 real/cup

Setelah istirahat sejenak, petugas Haji di sertai kepala Maktab akan membimbing kita untuk melakukan Ibadah Umrah (bagi yang haji Tamattu’). Berjalan bersama-sama menuju masjid Haram. Ingat selalu bersama-sama jangan pisah dengan teman, karena banyak jamaah yang tersesat.

Sesampainya di masjid Haram berdoa (lihat buku manasik haji) lalu masuk usahakan lewat pintu Babussalam (pintu arah tempat sa’I, yang berada ditengah-tengah). Setelah masuk anda akan melihat Ka’bah dan berdoa (lihat buku manasik haji).

Tempat-tempat Mustajabah (tempat-tempat yang doanya tidak ditolak oleh Allah SWT/ doanya di kabulkan) :

1. Pada waktu thawaf
2. Muftazam (daerah antara Hajar Aswad dan Pintu Ka’bah)
3. Dibawah pancuran emas./ Hijjir Ismail.
4. Di dalam Ka’bah (termasuk di Hijjir Ismail dan hajar aswad)
5. Saat minum air Zam-Zam.
6. Pada waktu sai di bukit Safa.
7. Pada waktu sai di bukit Marwah.
8. Pada saat melakukan sai (antara bukit safa dan Marwah)
9. Belakang Maqam Ibrahim.
10. Saat Wukuf di Padang arafah.
11. Di Muzdalifah ( Saat Mabit)
12. Di Mina
13. Saat lempar Jumrah Ula
14. Saat Lem[par jamrah Wusta.
15. Saat lempar jamrah Aqobah.

Ingat-ingat tempat-tempat ini.

Foto : Ka’bah di Makkah.

Foto : Makam Nabi Ibrahin

Mulailah dengan Umrah .
– Towaf Umrah, dengan niat towaf Umrah di garis coklat (garis pojok pada Hajar Aswat) dan mengelilingi  Ka’bah 7 kali (doa lihat buku manasik haji)
– Melakukan Shalat sunah ( Shalat sunah Mutlak) di Maqam Ibrahim.
– Melakukan Shalat sunnah Mutlak di Hijir Ismail.
– Minum air Zam-zam.
– Melakukan Sa’I 7 kali putaran.
– Bercukur atau memotong rambut.
Tata cara dan doa ada di buku manasik haji.

Foto : Tempat melakukan Sa’i

Panjang tempat Sa’I 394.5 m, lebar 20 m, tinggi tingkat pertama 12 m tinggi tingkat ke 2 sekitar 9 m. Dipisahkan oleh pagar sehingga menjadi 2 jalur. Ditengah-tengah ada 2 jalur untuk jalan kereta dorong bagi yang tidak mampu jalan.

Dengan telah memotong rambut (minimal 3 helai) maka Ibadah Umrah telah selesai, anda bisa melepaskan pakaian Ihram.
Sambil menunggu wukuf di Arafah yang menandai dimulainya Haji yang berangkat tanggal 8 Dzulkijah para Jamaah haji bisa menggunakan waktu sebaik-baiknya.
Untuk Masjid Haram dibuka sepanjang hari, beda dengan masjid Nabawi (Madinah) tengah malam ditutup, maka bisa datang ke sana sewaktu-waktu.

Untuk perkiraan jadwal Shalat 5 waktu sebagai berikut:

1. Shalat Subuhbdimulai pukul 04.15 waktu Makkah.
2. Shalat Zuhur dimulai pukul 12.22 waktu Makkah.
3. Shalat Ashar dimulai pukul 15.43 waktu Makkah.
4. Shalat Magrib dimulai pukul 18.45 waktu Makkah.
5. Shalat Isya dimulai pukul 20.13 waktu Makkah.

Kegiatan Shalat di Masjid Haram biasanya telah dipadati 1 jam sebelum mulai. Untuk itu datanglah lebih awal agar bisa mendapat tempat.
Jagalah fisik untuk persiapan wukuf di padang Arafah.

VI. IBADAH HAJI.

Ibadah Haji di mulai dengan Berpakain Ihram dan Niat Haji. Pada tanggal 8 Dzulkijah seluruh Jamah Haji mulai di berangkatkan ke padang Arafah untuk melakukan Wukuf pada tanggal 9 Dzulhijah.
Sebelum berangkat(masih di pondokan) Mandi, bersuci lalu pakaian Ihram dilanjutkan Shalat sunah Ihram dan berdoa Haji (lihat buku manasik haji). Bawa barang secukupnya saja (tas tentengan) al: tikar wukuf (bisa dibeli di Makkah, tempat air, keperluan Shalat, Al Qur’an, buku manasik haji)

1. Wukuf di padang Arafah.

Wukuf di Arafah merupakan rukun Haji yang paling besar dari rukun haji yang lain. Pada tanggal 8 dzuljhijah sore biasanya para jamaah haji telah tiba di padang arafah. Sambil menunggu pelaksanaan Wukuf isilah dengan banyak berdoa, dzikir atau baca Al Qur,an.
Pada tanggal 9 dzulhijah dimulai setelah shalat jama’ Taqdim Dzuhur dan Ashar. Semua Jamaah Haji menghadap Kiblat,berdoa, berzikir, membaca Al Qur’an, bertahlil, tahmid, tasbih, hingga matahari tenggelam. Tumpahkan pengaduan di hari Arafah, di waktu Wukuf. Campakanlah beban dosa-dosa di hari wukuf itu. Menujulah kepada ampunan dan Ridlo Allah untuk memperoleh Haji Mabrur yang tidak ada balasannya kecuali Surga.

Foto : Padang Arafah.

Doa-doa agar baca di buku manasik haji.

2. Mabit di Muzdalifah.

Setelah matahari tenggelam pada tanggal 9 dzulhijah, bersiap-siaplah untuk segera berangkat ke Muzdalifah. Sebelum berangkat lakukan shalat Magrib dan Isya dengan cara Jama’. Jarah padang arafah – muzdalifah 9 km, namun waktu tempuh bisa 4 jam perjalanan. Melakukan Mabit (singgah sebentar) di Muzdalifah, sambil mencari kerikil sebanyak 49/70 butir. Doa lihat buku manasik haji.

3. Lempar Jumrah di Mina.

Foto : Tempat lempar jamrah.

Jarak Muzdalifah – Mina kira-kira 5 km, namun karena banyaknya kendaraan perjalannan memakan waktu kira-kira 6 jam perjalanan. Di Mina para jamaah haji Indonesia ditempatkan di daerah Haratul Lisan. Jarak ke tempat lempar Jumrah kira-kira 3 km.

  • Lemparan jumrah pertama tanggal 10 dzulkijah yaitu lempar Jamrah Aqobah sebanyak 7 butir. Setelah selesai lempar jamrah Aqobah boleh bercukur/mengunting rambut, diperbolehkan mengenakan pakaian biasa.
  • Melempar ketiga Jumrah pada tanggal 11 dzulhijah. Yaitu Jumrah Ula, Jamrah Wusta dan Jamrah Aqobah. Masing-masih dilempar 7 kali/7 kerikil.
  • Melempar ketiga Jamrah pada yanggal 12 dzulhijah. Yaitu Jumrah Ula, Jamrah Wusta dan Jamrah Aqobah. Masing-masih dilempar 7 kali/7 kerikil.
  • Bagi yang Nafar Akhir melempar ketiga jumrah lagi pada tanggal 13 dzulhijah. Yaitu Jumrah Ula, Jamrah Wusta dan Jamrah Aqobah. Masing-masih dilempar 7 kali/7 kerikil.
  • Tata cara dan doa lihat buku manasik haji. Setelah selesai bersiap-siaplah menuju ke Makkah untuk melakukan Tawaf Ifadah.

4. Tawaf Ifadah.

Salah satu rukun haji yang cukup penting adalah melakukan tawaf Ifadah di Masjiddil Haram. Tawaf ini dilakukan setelah melakukan pelemparan jamrah Aqabah, tetapi menjelang magrib harus sudah sampai di Mina lagi untuk mabit. Atau tawaf Ifadah dilakukan setelah seluruh rangkaian pelemparan Jamrah telah selesai dan kembali ke Makkah.
Lakukan Tawaf Ifadah lalu Sa’I yang caranya sama seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Sampai disini Rangkaian Pelaksanaan Ibada Haji telah selesai, tinggal menunggu Tawaf Wada, yang dilakukan sebelum meninggalkan kota Makkah sebagai tawaf perpisahan.

VII. ZIARAH DI MAKKAH.

Sambil menunggu jadwal kepulangan anda bisa memakai waktu untuk melakukan Ziarah ketempat-tempat penting. Bisa melakukan Umrah sunah/ Meng Umrahkan saudara yang telah meninggal/ Shalat di Masjidil Haram, belanja oleh-oleh dll.

Ziarah.
1. Jabal Zur/Gua Hira

Foto : Jabal Zur.

Dipuncak Gunung jabal Nur ini terdapat Gua Hira. Tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama kali.

Foto : Jabal Tsur

Jabal Tsur merupakan gunung tertinggi di makkah. Terletak di sebelah selatan Masjidil Haram. Jarak 7 km. Tempat ini sangat bersejarah karena didalamnya terdapat sebuah gua yang di pakai sebagai tempat persembunyian Nabi bersama Abu Bakar ketika hendak hijrah ke Madinah.

3. Masjid Al-Jin

Tempat ini disebut masjid Al-jin, karena pada waktu itu para jin bersumpah, mengakui bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. Disinipula turun Surat Al-Jin yang seluruhnya berjumlah 28 ayat.

4. Tan’im

Adalah tempat miqot bagi para jamaah yang berihram untuk melakukan Umrah. Jaraknya dari Masjidil Haram sekitar 7 km. Kalau menggunakan bus kecil/taxi 15 real setiap orang. Di tempat ini ada sebuah Masjid Tan’im atau masjid Siti Aisyah (istri Nabi). Pada waktu itu Siti Aisyah bersama Rasulullah memulai melakukan ihram umrah setelah menunaikan ibadah Haji perpisahan (hajjatul wada’) pada tahun 10 Hijriah.

5. Ji’ronah

Tempat ini merupakan batas miqat para jamaah yang berpakain ihram untuk melakukan Umrah. Jaraknya sekitar 16 km dari Makkah. dItempat ini terdapat Masjid dan sumur bernama Bir Thoflah yang mengeluarkan air akibat mukjijat Nabi karena memukulkan tongkatmnya sehingga keluar air. Konon Air ji’ronah sangat bermanfaat untuk kesehatan, anda boleh membawanya.

6. Jabal Rahmah di Arafah.

Foto : Jabal Rahmah.

Jabal Rahmah terdapat di tengah padang Arafah. Di tempat inilah pertama sekali Adam dan Hawa bertemu setelah berpisah selama 100 tahun, sejak di usir dari Taman Firdaus. Untuk menandai pertemuan tersebut, dibangunlah Tugu berwarna putih.

7. Mina.

Foto : Tempat lempar Jamrah di Mina.

Di Mina terdapat tiga buah Jamrah. Yaitu Jumrah Ula, Jamrah Wusta, dan jamrah Aqabah. Jarak dari Makkah sekitar 5 km. Di Mina terdapat Masjid yang cukup terkenal yaitu masjid Khaif.

Umrah Sunnah.
Umrah sunnah/ mengUmrahkan Orang yang telah meninggal. Berpakain Ihram lalu menuju ke tempat miqot ( Tan’im / Ji’ronah) untuk berniat Umrah. Bila ke Tan’im naik bus umum akan ditarik 2 real satu kali jalan. Bus-bus umum khusus untuk malayani para jamaah telah tersedia di halaman Masjidil Haram. Melakukan Tawaf dan Sa’I lalu potong rambut, Selesai.

Kegiatan lain:

Kegiatan yang bisa anda lakukan sambil menunggu jadwal kepulangan :
– Shalat wajib lima waktu/ sunnah di Masjidil haram.
– Berdo, dzikir, baca Al- Qur’an di Masjidil Haram.
– Tawaf sunnah dan mencium Batu Hajar Aswad.
– Berdoa di tempat-tempat mustajabah ( tempat-tempat telah dijelaskan di depan)
– Belanja oleh-oleh ( Belanja oleh-oleh sebaiknya dilakukan setelah selesai rangkaian Ibadah Haji)
– Bisa minta semacam ijazah Haji/ Umrah di Maktab masing-masing dengan mengganti formulir 10 real per formulir.
– Belanja barang-barang kas disana antara lain : Siwa (pemutih gigi), rumput Fatima (untuk membantu proses kelahiran anak), Minyak Hajar Aswad (untuk obat), Gambar-gambar Masjid , Al Qur’an dll.

VIII. TAWAF WADA’

Tawaf Wada’ dilakukan sebagai tawaf perpisahan atau tawaf penghormatan akhir kepada Baitullah. Waktu pelaksanaan setelah ada pemberitahuan dari petugas Maktab untuk segera meninggalkan Makkah.
Sebelum melakukan tawaf Wada’ kemasi barang-barang anda terlebih dahulu, untuk koper jauh sebelum pengumuman sudah bisa disiapkan agar tidak terlalu repot. Dan jangan lupa memberi perkuatan trali nilon serta memberi tanda. Pisahkan barang tentengan.

Tawaf Wada’ hukumnya wajib. Doa tawaf wada’ bisa dibaca di buku manasik haji.
Sesudah Tawaf Wadah’ jamaah dianjurkan berdiri di Muktazam (daerah antara Hajar Aswad dan Pintu Ka’bah) atau yang searah, lalu membaca doa ( lihat di buku manasik haji).
Doa antara lain berbunyi “ Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kali ini sebagai terakhir aku mengunjungi rumah-Mu, tetapi jika Engkau menjadikannya kali terakhir maka gantilah (permohonanku ini) dengan surga-Mu, berkat rahmat-Mu wahai Tuhan Yang maha Pengasih melebihi kasih segala pengasih, Amin”

IX. DI JEDDAH.

Foto : Di Madinatul Hujad

Setelah selesai Tawaf Wada, Jangan melakukan kegiatan lain misal membeli minum dll langsung ambil barang bawaan dan di bawa ke bus/ truk yang telah disediakan. Koper biasanya diangkut dengan truk tersendiri. Yakinkanlah semua barang sedah terbawa. Masuk ke bus-bus masing-masing dengan tertib.

Jemaah haji yang telah selesai menunaikan ibadah Haji akan di bawa ke Madinatul Hujjad di Jeddah. Madinatul Hujjad ini merupakan asrama haji persiapan untuk pemulangan para jamaah haji. Para jamaah haji akan tinggal selama 24 jam di tempat ini, tujuannya adalah untuk pengecekan barang-barang bawaan, dokumen-dokumen imigrasi serta keberangkatan pesawat ke Tanah air.

Di Asrama haji ini dapat makan 3 x gratis dan akan di bagikan tiket pesawat berikut nomor duduknya, Paspor Haji, serta piagam penghargaan dari Pimpinan garuda Indonesia.

Kegiatan di jeddah antara lain:
1. Ziarah ke Laut Merah.

Foto : Di Laut Merah di Malam Hari.

Di Laut merah terdapat 24 bangunan satasiun instalasi pengolahan air laut yang dapat menghasilkan air jernih. Kapasitas 520 juta jerigen air per hari, kira-kira 10.400 juta liter/hari. Air hasil sulingan ini didistribusikan melalui pipa-pipa yang panjangnya lebih dari 2000 km ke 40 kota-kota lainnya. Selain itu ditengah-tengah laut merah terdapat “ pemancar air Raja Fahd” yang memancarkan air setinggi 260 m dengan disinari lampu yang bergantian warnanya, Bila malam sangat menarik. Untuk kesana telah disediakanj kendaraan dengan membayar 10 real atau dengan Rp. 25.000,00 PP. Kita akan diantar sampai tujuan secara rombongan dan akan singgah di Tempat Pemancungan.

2. Ke belanjaan Toserba.

Enam jam sebelum pesawat tinggal landas para Jamaah haji mulai bersiap-siap menaiki bus yang akan membawa ke Bandara King Abdul Aziz. Air zam-zam akan dibagikan 5 ltr per orang. Sesampai di bandara menunggu sejaenak untuk pemeriksaan dokumen-dokumen. Setelah ada panggilan para jamaah haji masuk dengan tertib sambil menunjukan Paspor masuk keruang tunggu. Setelah ada panggilan berikutnya baru para jamaah haji menuju ke bus-bus yang tersedia sambil mendapat hadiah dari Pemerintah Arab saudi atas nama Raja memberi 1 buah Al Qur,an. Masuk pesawat sesuai nomor kursi masing-masing. Pasang sabuk pengaman dan Selamat tinggal Makkah, Arafah, Muzdalifah, Mina, dan Madinah.

X. KEPULANGAN KERUMAH.

Kira-kira perjalanan 9-10 jam sampailah di Bandara kedatangan Haji di Tanah Air Indonesia. Masuk asrama haji lalu mengambil koper masing-masing dan mendapat pembagian uang transport ke rumah sebesar Rp. 50.000,00. Setelah barang dicek dan diterima semua baru Pulang Ke Rumah masing-masing.

Sesampainya di kampung halaman, kita dianjurkan shalat sunat 2 rakaat sebagai tanda syukur telah kembali dengan selamat dan di sunatkan shalat di masjid yang terdekat dari rumah kita masing-masing.

Setelah seleasi shalat 2 rakaat hendaklah berdoa :

Artinya :
Segala puji bagi Allah yang telah menolongku menyelesaikan ibadah hajiku, dan menjagaku dari derita perjalanan sehingga aku dapat kembali ke keluargaku. Ya Allah, berkahilah hidupku setelah haji dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih.

Selamat datang kembali di tanah air.
Selamat berkumpul kembali bersama keluarga dan sanak saudara.
Semoga amal ibadah kita semua diterima Allah SWT.
Insya Allah kita semua menjadi Haji mabrur.
Haji mabrur.
Tiada balasan yang pantas baginya kecuali surga.
Amin.

DAFTAR PUSTAKA

1. Buku manasik haji tahun 1999 oleh Departemen Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam dan Urusan Haji Jakarta.

2. Perjalanan Menuju Haji Mabrur dengan manajemen waktu oleh Freddy Rangkuti dan Siti Haniah ( Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 1997.

TENTANG PENULUS

Lahir Srage, 29 Oktober 1962. Pendidikan S1 di UNDIP Semarang lulus tahun 1989. Saat ini kerja di P.T. HUTAMA KARYA WILAYAH VIII PAPUA & MALUKU. Berangkangkat haji tahun 1999. Di karuniai 2 anak ( Rian Hibatul Wafi (6 th) dan Muhammad Fariz Masyuri (3,5 th)

Foto Kami Di padang Arafah.

2 Responses

  1. Assalamualaikum Pak Haji, salut nih sama Wakapro kita, Trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: